-->

Kumpulan Tutorial Mikrotik Indonesia

Belajar Mikrotik berupa Tutorial mikrotik, Setting Mikrotik Hotspot, Download Winbox Mikrotik ada disini Tutorial Mikrotik Indonesia blog

Monday, February 8, 2021

NAMA : AHMAD TAUFIQURROHMAN NIM : 203180258 A. PENDAHULUAN Pengarusutamaan gender (PUG) adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapaii dan mewujudkan kesetaraan serta keadilan gender laki-laki maupun perempuan dalam sejumlah aspek kehidupan seperti dalam rumah tangga, masyarakat, dan lain sebagainya. peran merupakan suatu tindakan yang dimilki setiap individu, dan peran tersebut digunakan pada posisi dimana individu tersebut berada. Perbedaan peran sosial antara laki-laki dan perempuan juga dipengaruhi oleh budaya. Gender mangandung arti seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat dimana manusia itu tumbuh dan dibesarkan. Setiap masyarakat selalu ada pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan, sehingga dikenal dengan peran gender yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Dimana beban berat pada perempuan, yang belum tercapai dan terwujudnya keadilan seperti, contoh belum berimbangnya peran maupun tanggung jawab yang diberikan atau diberlakukan di Negara Indonesia ini khususnya. Di dalam pengarusutamaan gender ini diharapkan, adanya keadilan, kesetaraan, dan terwujudnya dalam kesamaan gender dan tidak membeda-bedakan dalam hal yang seharusnya mendapat hak yang sama antara laki-laki maupun perempuan, dan yang diharapkan bukan hanya sebuah peraturan yang tertulis saja, namun diharapkan juga mampu diterapkan di dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun negara dengan pantauan penuh dan adil.. B.PEMBAHASAN 1. KESETARAAN DAN KEADILAN GENDER Mengenai kesetaraan gender seperti yang sudah kita ketahui bahwa tentang gender terkadang sampai sekarang masih menjadi suatu permasalahan tersendiri. Dimana gender masih menjadi tolak ukur suatu gender tertentu (laki-laki atau perempuan) untuk bisa berada di posisi yang diuntungkan. Seperti halnya seorang perempuan dimana seorang perempuan selalu berada dibawah kuasa dan kendali laki-laki, baik itu dalam peran domestik maupun peran publik. Pembahasan mengenai kesetaraan gender banyak yang berpendapat terutama dari agama maupun negara. Karena adanya perbedaan gender (laki-laki dan perempuan) itu tidak dapat dipungkiri, karena sudah memiliki kodratnya masing-masing. Di dalam Al-Qur’an Allah pun sudah berfirman : “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagiaan kamu lebih banyak dari sebahagiaan orang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagiaan dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagiaan dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu”. Dimana ayat tersebut memberikan sebuah isyarat bahwa masing-masing (laki-laki atau perempuan) memiliki kelebihannya masing-masing. Selain itu Allah juga sudah berfirman bahwa: “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan”. (QS. Ali Imran : 195). Dari ayat tersebut juga menguatkan bahwa laki-laki dan perempuan juga sama di pandangan Allah SWT. Di dalam negara pun sudah diatur begitu baik sebenarnya mengenai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana sudah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang parati politik pasal 2 ayat (5) bahwa kepengurusan partai politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat 3 disusun dengan menyetarakan paling rendah 30% perwakilan perempuan. World Bank menyebutkan bahwa kesetaraan gender merupakan persoalan poko pembangunan yang akan memperkuat kemampuan negara untuk berkembang, mengurangi kemiskinan dan memerintah secara efektif. Nugroho (2008:60) kesetaraan gender dapat juga diartikan sebagai kesamaan kondisi bagi laki-laki maupun perempuan dalam memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia agar mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan poltik, hukum, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan pertahanan & keamanan nasional (hamkamnas) serta kesamaan dalam menimati hasil pembangunan. Gender merupakan konstruksi sosial tentang peran laki-laki dan perempuan dalam seluruh bidang kehidupan. Gender sangatlah beda dengan seks, gender adalah mengacu pada perbedaan budaya dan sosial, sedangkan seks mengacu pada biologis antara laki-laki dan perempuan. Lalu kenapa jika ada suatu individu yang merubah kelaminnya dari laki-laki keperempuan atau sebaliknya disebut transgender bukan transeks ? Seperti pengertian diatas seks adalah sesuatu yang terbentuk secara biologis, sedangkan gender adalah sesuatu yang terbentuk dari kontruk sosial seperti lingkungan, ekonomi, pekerjaan, dan politik dan itu bisa terjadi karena tekanan dan ketidaksetaraan yang membuat seseorang berganti jenis kelamin dari laki-laki keperempuan atau sebaliknya. Mengenai kesetaraan gender yang dipadang sebelah mata, sebenarnya kaum perempuan juga berkeinginan dan berharap bahwa kesetaraan gender bisa benar-benar ditegakkan dan juga berharap adanya sebuah keadilan. Untuk mewujudkan hal itu mungkin kita bisa mengambil beberapa langkah atau solusi antara lain yaitu memperbaiki sektor pendidikan yang ada, sehingga semua orang tau dan mengerti bahwa kesetaraan gender itu juga penting untuk kita pahami sehingga bisa tau dan mengerti bagaimana cara kita menempatkan diri maupun peran kita baik itu laki-laki maupun perempuan di peran publik maupun domestik. Dengan adanya pendidikan yang bagus dan setara antara laki-laki dan perempuan itu bisa membuat para perempuan juga ikut serta dalam hal politik atau peran publik dengan baik, sehingga antara laki-laki dan perempuan bisa sama dalam hal peran publik, dan tidak hanya peran publik pendidikan juga bisa membuat laki-laki dan perempuan bisa mengerti bagaimana berbuat dalam peran domestik, sehingga bisa mewujudkan keduanya lebih baik dan adil. Dan dari itu semua bisa juga untuk membangun pemahaman mengenai tanggung jawab, peran, dan lainnya lebih baik, dimana sebelumnya laki-laki yang paling diunggulkan daripada perempuan. Namun sekarang di Indonesia khususnya di bidang politik sudah bisa dimasuki oleh para perempuan, dimana menteri-menteri pun sudah banyak yang perempuan, namun sekali lagi kesetaraan gender tidak bisa dikatakan sudah dikatakan adil hanya dari bidang politik, masih banyak hal lain yang masih belum beres, seperti dalam hal rumah tangga, dimana terkadang perempuan lebih berperan dalam mengurus urusan rumah tangga dibandingkan laki-laki, yang membuat perilaku dalam rumah tangga belum adil, karena perempuan dalam rumah tangga bukanlah seorang pembantu yang harus mengerjakan semua pekerjaan rumah dan kita suruh-suruh saja. Hal penting yang menyebabkan perbedaan penerimaan dampak pembangunan ini adalah tingkat kapasitas mengakses antara laki-laki dan perempuan berbeda. Relasi sosial ekonomi sampai saat ini harus diakui masih menempatkan perempuan pada posisi yang cenderung tertinggal. Oleh karena itu pada saat pembangunan yang memposisikan masyarakat secara sama diluncurkan, maka muncul ironi dalam bentuk dominasi. Perspektif netralitas ini memperlebar kesenjangan dan ketidakadilan sosial. Lalu apa perbedaan antara kesetaraan gender dengan emansipasi perempuan ? kesetaraan gender dengan emansipasi perempuan sebenarnya jelaslah berbeda, dikarenakan kesetaraan gender ialah suatu keadaan yang setara dan adil antara laki-laki dan perempuan baik dari segi peran dan tanggung jawabnya. Gender mangandung arti seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat dimana manusia itu tumbuh dan dibesarkan. Sedangkan emansipasi peempuan ialah pemberian hak kepada perempuan untuk mengembangkan diri dan kemahiran profesional agar bisa saling bergandeng bahu antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan negara. Namun seperti halnya dengan kesetaraan gender, di emansipasi perempuan pun juga sebenarnya adalah suatu gerakan yang baik dan positif, namun juga tidak menutup kemungkinan emansipasi perempuan juga bisa dimanfaatkan oleh individu atau kelompok tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula. Bidang pendidikan pada semua tingkatan dan satuan pendidikan baik formal, informal, maupun non formal adalah salah satu bentuk wadah nyata untuk mewujudkan agar semakin membaiknya kesetaraan gender. Selain itu pemerintah telah memberikan hak kebebsan yang sama terhadap warganya baik laki-laki maupun perempuan. Dunia pendidikan merupakan institusi formal yang strategis untuk menumbuhk kembangkan pengarusutamaan gender di kalangan peserta didik sejak dini. Keberhasilan lainnya adalah meningkatkan konstribusi perempuan dalam sektor non-pertanian, dan meningkatnya partisipasi perempuan di bidang politik dan lembaga legislatif. C. PENUTUP Pengarusutamaan gender (PUG) adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapaii dan mewujudkan kesetaraan serta keadilan gender laki-laki maupun perempuan dalam sejumlah aspek kehidupan seperti dalam rumah tangga, masyarakat, dan lain sebagainya. Gender mangandung arti seperangkat sikap, peran, tanggung jawab, fungsi, hak, dan perilaku yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan akibat bentukan budaya atau lingkungan masyarakat tempat dimana manusia itu tumbuh dan dibesarkan. Gender masih menjadi tolak ukur suatu gender tertentu (laki-laki atau perempuan) untuk bisa berada di posisi yang diuntungkan. Seperti halnya seorang perempuan dimana seorang perempuan selalu berada dibawah kuasa dan kendali laki-laki, baik itu dalam peran domestik maupun peran publik. Pendidikan adalah salah satu wadah terbaik untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender antara laki-laki dan perempuan. Di dalam Al-Qur’an Allah pun sudah berfirman : “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagiaan kamu lebih banyak dari sebahagiaan orang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagiaan dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagiaan dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu”. Dimana ayat tersebut memberikan sebuah isyarat bahwa masing-masing (laki-laki atau perempuan) memiliki kelebihannya masing-masing. Selain itu Allah juga sudah berfirman bahwa: “Sesungguhnya Aku tidak akan menyia-nyiakan amal orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan”. (QS. Ali Imran : 195). Dari ayat tersebut juga menguatkan bahwa laki-laki dan perempuan juga sama di pandangan Allah SWT. Di dalam negara pun sudah diatur begitu baik sebenarnya mengenai kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan, sebagaimana sudah diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang parati politik pasal 2 ayat (5) bahwa kepengurusan partai politik tingkat pusat sebagaimana dimaksud pada ayat 3 disusun dengan menyetarakan paling rendah 30% perwakilan perempuan.

0 Komentar

Post a Comment

Silakan anda berikan kritik, saran, masukan atau pertanyaan seputar Mikrotik pada kolom Komentar di bawah ini :

Back To Top