-->

Kumpulan Tutorial Mikrotik Indonesia

Belajar Mikrotik berupa Tutorial mikrotik, Setting Mikrotik Hotspot, Download Winbox Mikrotik ada disini Tutorial Mikrotik Indonesia blog

Tuesday, March 2, 2021

PERSPEKTIF GENDER DALAM KONTEKS PEMAHAMAN KONSEP INKLUSI GENDER DAN KONSEP INKLUSI SOSIAL

NAMA : AHMAD TAUFIQURROHMAN PENDAHULUAN Manusia yang diciptakan saling berpasang-pasangan dan saling melengkapi antara laki-laki dan peremepuan. Mereka saling hidup berdampingan antara manusia satu dengan yang lainnya. Entah itu dari perempuan maupun laki-laki mereka saling membutuhkan untuk menyempurnakan atau melengkapi kehidupan, karena masing-masing dari mereka memiliki kelemahan tersendiri mengingat manusia itu tidak ada yang sempurna. Dari perempuan sendiri membutuhkan laki-laki untuk membantunya dalam menjalankan perannya begitu pula dengan laki-laki. Adanya peran yang diterima oleh perempuan dan laki-laki yang mana peran tersebut seharusnya melekat pada diri mereka, maka dari itu antara perempuan dan laki-laki, antara manusia satu dengan yang lain sudah seharusnya menciptakan suatu hubungan yang saling menguntungkan dan saling menerima. Sebagai manusia yang tidak memiliki kekurangan, sudah seharusnya kita saling membantu dan menghormati mereka yang memiliki keterbatasan. Manusia hidup dilingkup sosial yang mana tidak hanya ia saja yang tapi masih banyak makhluk lainnya. Sudah sepantasnya sebagai manusia kita saling membantu tanpa memandang batas fisik maupun materi. Tidak hanya akan mendapatkan feedbacknya tapi kita bisa membuat orang lain yang kita bantu merasakan kebahagiaan. Sebuah kerjasama tidak harus dengan sesama jenis saja, tapi juga dengan lawan jenis seperti perempuan dan laki-laki. Upaya kita untuk mendukung seseorang yang memiliki keterbatasan fisik itu dengan cara selalu memberinya suport serta dukungan untuk menumbuhkan rasa percaya diri mereka. Mereka selalu ingin merasakan apa yang orang lain rasakan salah satunya kehidupan yang beruntung. Jika mereka tidak bisa memilikinya, sudah seharusnya kita membantu mereka untuk mendapatkannya. Mereka yang berkebutuhan khusus layak mendapatkan haknya sebagai manusia juga, selain harus mendapatkan perhatian mereka juga harus diajak serta untuk berbaur dengan yang lain. Keterbatasan itu memang mebuatnya sulit untuk menemukan relasi dalam sebuah kelompok masyarakat. Ketidakadilan gender yang sekarang ini masih saja terjadi di lingkup sosial kita, masih adanya keterbatasan yang diperoleh satu pihak membuat dirinya sulit untuk bergerak menemukan peran yang seharusnya dia peroleh. Kesetaraan gender dan keadilan gender perlu ditanamkan sejak dini untuk anak-anak, agar mereka memiliki pemahaman yang diwujudkan melalui perilaku tentang kesetaraan gender. PEMBAHASAN Konsep Gender dan Sosial Inklusi Dua kata itu sering dikatakan sama dan memang berkaitan. Jika diamati dan dipahami lagi antar seks dan gender itu jelas sangat berbeda. Seks sendiri lebih condong ke istilah jenis kelamin, yang mana jenis kelamin itu adalah sesuatu yang melekat pada tubuh manusia yang nantinya akan ada perbedaan antara jenis kelamin perempuan dan laki-laki. Bisa dikatakan jika seks atau jenis kelamin itu adalah ciri-ciri yang membedakan antara perempuan dan laki-laki secara biologis. Yang mana ciri-ciri biologis tersebut sudah bawaan dari manusia itu lahir dan sifatnya kodrati atau tidak bisa diubah. Adapun gender secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari segi sosial budaya. Gender lebih menekankan perkembangan aspek feminitas atau maskulinitas seseorang. Ketika seseorang itu memiliki sifat yang maskulin termasuk dalam kategori seseorang yang memiliki sebuah ketegasan, kewibawaan dan jiwa kepemimpinan. Aspek maskulinitas banyak orang yang memandang sering melekat pada diri laki-laki, padahal jika perempuan memiliki sifat yang maskulin dia bisa ditempatkan dikedudukan yang biasanya laki-laki ditempatkan. Sedangkan aspek feminis bukan berarti seseorang memiliki sifat tersebut orang yang feminim, akan tetapi penggambaran dari feminitas itu adalah biasa tergambarkan pada sosok yang memiliki lemah lembut, memiliki sebuah kasih sayang. Gender sendiri permasalahannya banyak yang lebih condong kearah peran perempuan. dari era jaman dahulu peran daripada perempuan sangat menjadi masalah, karena pada jaman dahulu perempuan hanya ditempatkan pada sektor domestik saja. Sekarang ini masih saja banyak pertikaian antara peran perempuan yang belum mendapat suatu keadilan. Karena peran perempuan sendiri dianggap sebagai objek dan laki-laki dipandang sebagai subjek. Pemikiran inilah banyak menempatkan perempuan pada posisi ketidakadilan dan dari laki-laki lebih mendominasi, atau bisa disebut dengan patriarki. Inklusi adalah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka. Inklusi membuka wadah dan kesempatan bagi semua untuk mengembangkan sebuah potensinya dan juga membuka peluang bagi mereka semua untuk memperoleh haknya juga memberi kesempatan kepada mereka yang terhalang keterbatasan atau berkebutuhan khusus. Inklusi sendiri tidak membeda-bedakan latar belakang seseorang tersebut jadi sistem dari inklusi itu sendiri adalah keterbukaan terhadap semua orang atau lebih biasa dikenal dengan gerakan anti diskriminasi. Konsep inklusi sendiri banyak sekali digunakan pada ranah pendidikan, banyak pendidikan yang menerapkan konsep ini pada lembaganya untuk menciptakan suatu pembelajaran tanpa adanya pembedaan bagi siswa yang berkebutuhan khusus. Pelaksanaan pendidikan inklusi itu sendiri merupakan bentuk pemerataan dan wujud nyata pendidikan tanpa adanya diskriminasi dan anak-anak dapat mengenyam pendidikan yang sama. Inklusi adalah praktek yang mendidik semua siswa, termasuk yang mengalami hambatan yang parah ataupun majemuk di sekolah-sekolah reguler yang biasanya dimasuki anak-anak non berkebutuhan khusus. Adanya inklusi sendiri membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar serta membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Konsep Gender dan sosial inklusi adalah suatu perpaduan konsep gender sendiri dengan konsep inklusi sosial. Ruang lingkup dari gender sosial inklusi ini sendiri bukan hanya antara perempuan dengan laki-laki, akan tetapi pada lingkup luas yakno sosial. Pemerataan keadilan dan peluang memperoleh haknya bukan hanya lingkup gender antara perempuan dan laki-laki, akan tetapi seseorang yang memiliki keterbatasan atau berkebutuhan khusus baik tua maupun muda dari anak kecil himgga dewasa. Di Indonesia penerapan daripada konsep gender sosial inklusi sendiri masih kurang dalam penggunaannya pada sebuah kegiatan. Oleh karena itu, untuk membekali seseorang untuk memiliki pemahaman gender sosial inklusi diawali dari pendidikan itu sendiri. Sekolah yang menerapkan sistem inklusi sosial dan gender ini patut diapresiasi. Selain untuk memenuhi kebutuhan daripada manusia juga untuk pertimbangan pemenuhan HAM dan kesetaraan gender. Satuan pendidikan bisa dengan mengembangkan kurikulum yang dibuat berbasis gender. Ketidakseimbagan gender dalam pendidikan dasar menengah harus ditiadakan, pendapat tersebut didasari pada Deklarasi Konferensi Dunia Tingkat Tinggi untuk Anak, yang tertera pada poin 7 (5). Untuk mengurangi kesenjangan gender tersebut, Kemendiknad mengadakan kurikulum berbasis gender (Konsep Pengembangan Model Integrasi Kurikulum Kesetaraan Gender). Di Indonesia sendiri sudah ada kebijakan nasional yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang No. 2 tahun 2003 tentang sistem pendidikn nasional. Pada pasal 5, ayat 1 s.d 4 telah menegaskan bahwa: Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus. Warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus. Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus. Sejak tahun 1979 sudah ada sekolah untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus untuk belajar bersama-sama karena orangtua dari siswa menginginkan pembelajaran yang baik untuk anak-anaknya dan mendapatkan pelayanan yang sama seperti anak normal pada umumnya dan bukan ditempatkan pada sekolah luar biasa (SLB). Akses pendidikan untuk setiap orang menjadi kata kunci bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama. Pendidikan bermutu (baik) sangat berhubungan dengan manajemen (metode) pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, baik kesesuaiannya dengan potensi peserta didik. Dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia (DUHAM), menyebutkan bahwa setiap orang berhak untuk hidup, medapatkan kesempatan yang sama dan memperoleh perlakuan bermartabat tanpa diskriminasi. Inklusi dari kata bahasa Inggris, yaitu Inclusion, yang mendeskripsikan sesuatu yang positif dalam usaha menyatukan anak-anak yang memiliki hambatan dengan cara-cara yang realistis dan komprehensif dalam kehidupan pendidikan. Inklusi dapat pula berarti bahwa tujuan pendidikan bagi siswa yang memiliki hambatan, yaitu tujuan pendidikan bagi siswa yang menyeluruh. Banyak yang menggunakan inklusi sebgai banner untuk menyerukan “full inclusion” atau “uncompromising inclusion”, yang berarti penghapusan pendidikan khusus. Inklusi gender tidak akan lepas dari makna inklusi dan juga gender. Penggabungan dua kata tersebut menciptakan suatu pandangan dan pemikiran yang mempertimbangkan perbedaan konstruksi gender antara laki-laki dan perempuan agar sama-sama diakui dan dihargai dan akan menciptakan suatu kesetaraan gender. Inklusi gender sendiri banyak dipakai pada pelaksanaan pendidikan, mengingat hak daripada manusia sendiri adalah mendapatkan pendidikan seluas-luasnya dan setinggi-tingginya. Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa berpartisipasi penuh. Dalam agama islam, pendidikan inklusi gender tidak dibeda-bedakan dengan alasan apapun, selama perempuan tidak keluar dari kodratnya. Pendidikan inklusi gender tidak memperkerdil minat belajar pendidikan bagi perempuan, sebab pendidikan inklusi gender lebih luas daripada persekolahan. Pendidikan inklusi gender merupakan bagian dari tujuan yang lebih luas untuk menciptakan suatu masyarakat yang inklusi. Inklusi sosial atau keterlibatan sosial adalah proses membangun hubungan sosial dan menghormati individu serta komunitas. Sehingga mereka yang marginal dan mengalami prasangka dapat berpartisipasi penuh dalam pengambilan keputusan, kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Hal ini termasuk faktor-faktor seperti koneksi dengan orang lain. PENUTUP Adapun gender secara umum digunakan untuk mengidentifikasi perbedaan antara laki-laki dan perempuan dari segi sosial budaya. Gender lebih menekankan perkembangan aspek feminitas atau maskulinitas seseorang. Inklusi adalah praktek yang mendidik semua siswa, termasuk yang mengalami hambatan yang parah ataupun majemuk di sekolah-sekolah reguler yang biasanya dimasuki anak-anak non berkebutuhan khusus. Adanya inklusi sendiri membantu mempercepat program wajib belajar pendidikan dasar serta membantu meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Konsep Gender dan sosial inklusi adalah suatu perpaduan konsep gender sendiri dengan konsep inklusi sosial. Ruang lingkup dari gender sosial inklusi ini sendiri bukan hanya antara perempuan dengan laki-laki, akan tetapi pada lingkup luas yakno sosial. Pemerataan keadilan dan peluang memperoleh haknya bukan hanya lingkup gender antara perempuan dan laki-laki, akan tetapi seseorang yang memiliki keterbatasan atau berkebutuhan khusus baik tua maupun muda dari anak kecil himgga dewasa. Inklusi dari kata bahasa Inggris, yaitu Inclusion, yang mendeskripsikan sesuatu yang positif dalam usaha menyatukan anak-anak yang memiliki hambatan dengan cara-cara yang realistis dan komprehensif dalam kehidupan pendidikan. Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang berusaha mentransformasi sistem pendidikan dengan meniadakan hambatan-hambatan yang dapat menghalangi setiap siswa berpartisipasi penuh. Inklusi sosial atau keterlibatan sosial adalah proses membangun hubungan sosial dan menghormati individu serta komunitas. Sehingga mereka yang marginal dan mengalami prasangka dapat berpartisipasi penuh dalam pengambilan keputusan, kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Hal ini termasuk faktor-faktor seperti koneksi dengan orang lain.

0 Komentar PERSPEKTIF GENDER DALAM KONTEKS PEMAHAMAN KONSEP INKLUSI GENDER DAN KONSEP INKLUSI SOSIAL

Post a Comment

Silakan anda berikan kritik, saran, masukan atau pertanyaan seputar Mikrotik pada kolom Komentar di bawah ini :

Back To Top