-->

Kumpulan Tutorial Mikrotik Indonesia

Belajar Mikrotik berupa Tutorial mikrotik, Setting Mikrotik Hotspot, Download Winbox Mikrotik ada disini Tutorial Mikrotik Indonesia blog

Tuesday, May 4, 2021

EVALUASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH INKLUSI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

NAMA : AHMAD TAUFIQURROHMAN KELAS : GMI G EVALUASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH INKLUSI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS A. PENDAHULUAN Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan (UUD 1945). Mendapat pendidikan tentunya bukan dalam arti memperoleh pengajaran saja, akan tetapi komponen-komponen yang berkaitan dengan pelaksanaan dan keberhasilan suatu proses pendidikan juga merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Sebab, kurangnya pemenuhan salah satu komponen dalam pendidikan akan mengakibatkan terjadinya kesenjangan dalam pendidikan. Pemenuhan hak pendidikan bagi warga negara tentunya bukan hanya diberikan pada golongan atau ras tertentu, melainkan seluruh warga negara dengan berbagai latar belakang yang berbeda harus diakomodasi agar tercapai asas keadilan, demokratis, dan non-diskriminatif yang merupakan prinsip-prinsip penyelenggaraan pendidikan (Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa) (UUD No 20 tahun 2003). Kita bisa menyadari bersama, bahwa bangsa Indonesia yang memiliki wilayah kepulauan yang luas sudah pasti juga memiliki suku, ras, budaya, agama, kepercayaan yang berbeda-beda. Selain itu, pemerintah juga harus memperhatikan perbedaan dari sisi fisik, motoric, sensorik, intelektual dan/ atau psikis, dan sebagainya, agar menjadi satu bahan pertimbangan dalam menyelenggarakan sistem pendidikan yang adaptif bagi mereka yang mengalami kekurangan fisik dan keterbelakangan mental. pendidikan adaptif adalah pendidikan yang memulai dengan aktivitas jasmani yang disesuaikan atau dimodifikasi yang memungkinkan untuk anak peserta didik yang berkebutuhan khusus (tidak mampu) dapat memperoleh kesempatan untuk mengikuti pendidikan selayaknya anak peserta didik lainnya. B. PEMBAHASAN Secara terminologi, beberapa ahli memberikan pendapat tentang pengertian evaluasi diantaranya: Edwind dalam Ramayulis mengatakan bahwa evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau proses dalam menentukan nilai sesuatu. Menurut Edwin Wond dan Gerold W. Brown, evaluasi pendidikan adalah proses menentuka nilai dari segala sesuatu yang berkaitan dengan pendidikan. Evaluasi adalah proses pengukuran dan penilaian untuk mengetahui hasil belajar yang telah di capai seseorang. Menurut Suharsimi Arikunto evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut di gunakan untuk menentukan alternatif yang tepat. Wysong (1974) mengemukakan bahwa evaluasi adalah proses untuk menggambarkan, memperoleh atau menghasilkan informasi yang berguna untuk mempertimbangkan suatu keputusan. Evaluasi merupakan tahap dimana pendidik mengevaluasi dari hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Tahap ini dapat digunakan berbagai strategi penilaian baik secara formal maupun informal. Evaluasi Pembelajaran merupakan suatu proses pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif untuk membentuk pribadi dan kecakapan peserta didik baik dari segi intelektual, emosional, maupun spiritual. Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu kompotensi dasar yang harus dimiliki seorang guru dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai pendidik. Definisi evaluasi adalah suatu proses yang sistematis yang sistematis, bersifat komprehensif yang meliputi pengukuran, penilaian, analisis dan intrepretasi informasi/data untuk menentukan sejauh mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran yang dilakukan. Jadi kesimpulan dari pengertian evaluasi pembelajaran di atas adalah Evaluasi pembelajaran sangat penting karena salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan seorang pendidik dalam kegiatan pembelajaran yaitu mengukur sejauh mana perkembangan peserta didik, dengan proses penilaian seorang pendidik juga akan mengetahui perkembangan hasil belajar, intelegensi, bakat khusus, minat, sikap dan kepribadian peserta didik itu sendiri. Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran Secara umum tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan dan efisiensi sistem pembelajaran secara luas. Sistem pembelajaran dimaksud meliputi: tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, lingkungan maupun sistem penilaian itu sendiri. Selain itu, evaluasi pembelajaran juga ditujukan untuk menilai efektifitas strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan efektifitas program kurikulum, menilai dan meningkatkan efektifitas pembelajaran, membantu belajar peserta didik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik, serta untuk menyediakan data yang membantu dalam membuat keputusan. Jadi tujuan dari evaluasi pembelajaran adalah untuk mengetahui keefektifan sejauh mana tingkat tingkat keberhasilan dan kemampuan peserta didik dalam pencapaian pemahaman dari sebuah pembelajaran. Evaluasi juga mempunyai fungsi yang bervariasi di dalam proses belajar mengajar, yaitu sebagai beriku : 1) Sebagai alat guna mengetahui apakah peserta didik telah menguasai pengetahuan, nilai – nilai, dan keterampilan yang telah di berikan oleh seorang guru. 2) Untuk mengetahui aspek – aspek kelemahan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar. 3) Untuk mengetahui tingkat ketercapaian siswa dalam kegiatab belajar. 4) Sebagai sarana umpan balik bagi seorang guru, yang bersumber dari siswa. 5) Sebagai alat untuk mengetahui perkembangan belajar siswa 6) Sebagai materi utama laporan hasil belajar kepada para orang tua siswa. Jadi fungsi evaluasi pembelajaran adalah sebagai alat untuk mengetahui sejauh mana kemajuan, perkembangan serta keberhasilan peserta didik setelah melaksanakan proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah di tentukan pendidik. Pengertian Sekolah Inklusi Di indonesia Salah satu implementasi dari konvensi itu diwujudkan dalam bentuk Permendiknas Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusi bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa menjadi aturan formal yang memayungi upaya pengembangan pendidikan inklusi di Indonesia. istilah inklusif memiliki makna yang sangat luas. Inklusif dapat dikaitkan dengan adanya persamaan atau kesetaraan hak individual dalam pembagian sumber- sumber tertentu, seperti politik, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Aspek-aspek tersebut tidaklah berdiri sendiri-sendiri, melainkan berkaitan satu sama lainnya. Berdasarkan pandangan Reid, hal ini dapat dilihat bahwa istilah inklusif berkaitan dengan berbagai aspek hidup manusia yang didasarkan atas prinsip persamaan, keadilan, dan pengakuan atas hak individu. Hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang layak dijamin pemerintah indonesia dalamUUD 1945, konsekuensi logis dari penjabaran UUD 1945 ini adalalah setiap orang tanpa memandang fisik, agama,suku dan lainnya berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran untuk pengembangan dirinya. Sekolah inklusif adalah sekolah biasa/reguler yang menyelengarakan pendidikan inklusif dengan mengakomodasi semua peserta didik baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus yaitu anak yang menyandang kelainan fisik, intelektual, sosial, emosi, mental, cerdas, berbakat istimewa, suku terasing, korban bencana alam, bencana sosial/miskin, mempunyai perbedaan warna kulit, gender, suku bangsa, ras, bahasa, budaya, agama, tempat tinggal, kelompok politik, anak kembar, yatim, yatim piatu, anak terlantar, anak tuna wisma, anak terbuang, anak yang terlibat sistem pengadilan remaja, anak terkena daerah konflik senjata, anak pengemis, anak terkena dampak narkoba HIV/AIDS (ODHA), anak nomaden dan lain-lain sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Prinsip dasar pendidikan inklusi adalah bahwa semua anak harus memperoleh kesempatan untuk bersama-sama belajar dan terakomodir kebutuhan-kebutuhannya tanpa ada diskriminasi apapun yang mendasari. Jadi sekolah inklusi adalah sebuah sistem yang diselenggarakan pendidikan yang memberikan layanan atau kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan. Karakteristik Pendidikan Inklusi Ada beberapa karakteristik pendidikan inklusi yang dapat dijadikan dasar layanan pendidikan bagi anak luar biasa. Karakteristik tersebut antara lain : a. Kurikulum yang Fleksibel Penyesuaian kurikulum dalam penerapan pendidikan inklusi tidak harus terlebih dahulu menekankan pada materi pembelajaran, tetapi yang paling penting adalah bagaimana memberikan perhatian penuh pada kebutuhan anak didik. Jika ingin memberikan materi pelajaran kepada anak berkebutuhan khusus, harus memperhatikan kurikulum apa yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kurikulum yang fleksibel harus menjadi prioritas utama dalam memberikan kemudahan kepada mereka yang belum mendapatkan layanan pendidikan terbaik demi menunjang karir dan masa depan. Berikan pula materi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, terutama berkaitan dengan masalah ketrampilan dan potensi pribadi mereka yang belum berkembang. b. Pendekatan Pembelajaran yang Fleksibel Dalam aktivitas belajar mengajar, sistem pendidikan inklusi harus memberikan pendekatan yang tidak menyulitkan mereka untuk memahami materi pelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan. c. Sistem Evaluasi yang Fleksibel Dalam melakukan penilaian harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal pada umumnya, karena anak berkebutuhan khusus memiliki tingkat kemampuan yang lebih rendah dibandingkan dengan anak normal pada umumnya sehingga memerlukan keseriusan dari seorang guru dalam melakukan penilaian. Pembelajaran yang Ramah Proses pembelajaran dalam konsep pendidikan inklusi harus mencerminkan pembelajaran yang ramah. Pembelajaran yang ramah bisa membuat anak termotivasi dan terdorong untuk terus mengembangkan potensi dan skill mereka sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. C. PENUTUPAN Evaluasi dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri dari banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung dan berkesinambungan. Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan (UUD 1945). Mendapat pendidikan tentunya bukan dalam arti memperoleh pengajaran saja, akan tetapi komponen-komponen yang berkaitan dengan pelaksanaan dan keberhasilan suatu proses pendidikan juga merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam pemenuhan kebutuhan akan pendidikan. Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus menjadi sorotan bagi masyarakat maupun pemerintah selama hampir satu dekade terakhir. Baik dari segi layanan pendidikan, layanan terapi, aksesibilitas umum, dan berbagai hal terkait dengan pemenuhan hak bagi anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus lebih cocok sekolah di pendidikan inklusi, karena jika mengikuti sekolah yang normal maka anak berkebutuhan khusus lebih susah untuk mendapatkan pembelajaran. Anak autis termasuk anak berkebutuhan khusus maka seorang pendidik lebih khusus dalam memberikan layanan kepada mereka.

0 Komentar EVALUASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH INKLUSI PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Post a Comment

Silakan anda berikan kritik, saran, masukan atau pertanyaan seputar Mikrotik pada kolom Komentar di bawah ini :

Back To Top